Biografi Albert Einstein - Penemu Teori
Relativitas
Profil dan Biografi
Albert Einstein. Ilmuwan satu ini merupakan sosok yang paling dikenal
dunia di abad ini, banyak yang mencari kisah, profil atau biografi singkat mengenai Albert Einstein. Dia adalah seorang ilmuwan fisika
teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia
mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan
mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi.Einstein juga yang
merupakan dalang dari terciptanya Bom terkuat di Dunia yaitu 'Bom Atom' yang
membuat Jepang menyerah pada tahun 1945. Beliau dianugerahi Penghargaan Nobel
dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan
"pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Biografi Albert Einstein
1. Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar
100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang
penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya
bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka
keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan
ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas
kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong"
ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan
pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya.
Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai
pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau
karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah
kematiannya).
Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena
kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang
diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai
usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk
kepada adiknya.
Minat dan kecintaannya pada
bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah
karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh
keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir
misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.
Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.
Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.
Albert
menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada
usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert Einstein berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak.
Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia
mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap
mengembangkan ilmu fisikanya..
Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori
relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam
tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan
kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini,
tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah
kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada
umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang
pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat
bingung pada tahun berikutnya.
Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva
Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla).
Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische
Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama
masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada
teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri
bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu,
dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
2. Kerja dan Gelar Doktor
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar,
keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah
seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik
pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein
menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan
pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding
dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana
"menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan
desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein
menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang
matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak
pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi
Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor
setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der
Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular
dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena
pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah
karya-karya tersebut:
Maret : paper tentang aplikasi ekipartisi pada
peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya
dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada
paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru
ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas
Zurich.
Mei : papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori
relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik
bewegter Kerper (Elektrodinamika benda bergerak).
September : kelanjutan papernya bulan Juni yang
sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah
benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang
hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan
dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga
nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi
yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama
setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan
dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak
kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan
setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan
relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis
tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah
sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang
relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena
kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang
membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin
mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan
hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia
menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya
ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar
biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk
merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun
Fisika 2005.
3. Gerakan Brownian
Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required
by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a
Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian.
Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia
menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah
beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas
dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan
keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan
dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata.
Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen
sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa.
Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu
Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein
tentang gerakan Brownian.
Tahun 1909, Albert Einstein
diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan
kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak
kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu
fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan
menyatu.
Pada tahun 1933, Albert beserta
keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik
sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia
mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan
ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi
presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak
mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert
Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah
sejarah dunia.
Meskipun
demikian, Albert Einstein sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori
relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom
atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat
Perang Dunia II berlangsung. Ia dikatakan sangat menyesal telah menulis surat
untuk presiden Roosevelt yang menjelaskan tentang Bom Atom.
Belajar dari masa kecil
Albert Einstein
Para orang
tua dan guru yang berbahagia, Siapa yang tidak kenal Albert Einstain…sang
jenius fisika penggagas terori relativitas, Mungkin sebagian besar kita semua
belum mengetahui seperti apa Einstain kecil, dan seperti apa pada saat ia
bersekolah, semoga dengan sedikit mengtahi masa kesilnya kita bisa mendapatkan
pelajaran daripadanya.
Einstein
seperti juga anak-anak lainnya adalah anak yang pada masa kecilnya biasa-biasa
saja bahkan cerderung sebagai anak yang bermasalah dengan sekolah. Einstein
adalah anak yang suka membangkang waktu bersekolah dia sering tidak mau
mengikuti perintah gurunya malainkan hanya mau mengerjakan apa yang ia sukai
yakni yang berhubungan dengan musik, membaca buku-buku sains, dan berlayar.
Einstain
kecil tidak mau belajar apa bila ia tidak suka pelajarannya oleh karena itu ia
sering bolos pada saat pelajaran bahasa, sastra dan menggambar. Ia membolos
untuk melakukan aktivitas yang disukainya tadi. Sehingga pada akhirnya Einstein
tidak berhasil lulus SMP, melainkan hanya mendapat keterangan pernah bersekolah
SMP dari sekolahnya.
Berbekal
surat keterangan tersebut ia nekad berusaha melamar di SMA, sebagian besar
sekolah SMA yang didatanginya menolak, namun Einstein dan orang tuanya tidak
pernah patah semangat untuk terus mencoba hingga akhirnya ada sekolah SMA yang
menerimanya.
Setelah SMA
kelakuannya masih sama saja tidak pernah berubah, ia hanya suka pelajaran
Matematika dan Fisika saja, jadi Einstain masih sering membolos di
pelajaran-pelajaran yang tidak dia sukai, sampai akhirnya ia kembali dinyatakan
sebagai anak yang tidak tamat SMA. dan untuk kedua kalinya ia di nyatakan gagal
lagi disekolah.
Namun
hebatnya orang tua Einstein; tetap mendukung anaknya untuk terus berusaha
melanjutkan sekolahnya; bahkan ia ikut membantu dengan berbagai hal agar
anaknya bisa terus bersekolah.
Meskipun
Einstein tahu ia tidak belum tamat SMA dan tidak punya pernah punya ijazah; ia
tetap berani melamar ke perguruan tinggi; Nekad benar ya…. tapi kalau bukan
nekad dan keras kepala bukan Einstein namanya.
Tahun 1895
ia melamar di Politeknik Federal, di Zurich Swiss tapi sayang ia gagal di ujian
masuk dan menurut sekolah tsb, usianya pun masih terlalu muda. Lalu dia diminta
menamatkan SMAnya terlebih dahulu, baru setelah itu ia melamar lagi dan
akhirnya di terima sebagai mahasiswa di Politeknik Federal, Swiss.
Tahukah
Einstain pada waktu ia ditanya Izajahnya, ia dengan tegas mengatakan bahwa saya
tidak pernah punya Izajah tapi kemampuan saya boleh di uji, ya terutama di
bidang Matematika dan Fisika. Saat itu kedua pelajaran itu memang sangat di
perhitungkan
Kemudian
setelah lulus Einstein kembali ke negara asalnya Jerman, dan setelah kembali ke
sana ia banyak mengkritik sistem pendidikan di Jerman yang menurutnya banyak
menghambat potensi unggul yang dimiliki oleh seorang anak. Ia juga banyak
berseberangan dengan Otoritas Akademik di Jerman. Sehingga pada akhirnya dia
memilih untuk tidak mau menjadi warga negara Jerman. Peristiwa ini terjadi pada
saat Einstain berusia 20tahun.
Setelah itu
Enstain mencari negara netral yang memberikan kebebasan warga negaranya untuk
berekspresi, akhirnya pilihannya jatuh pada Negara Swiss. Akan tetapi karena
pada perang dunia kedua dia merasa terdesak oleh Nazi di Swiss, dia juga
mengajukan kewarganegaraan AS. Hingga akhir hayatnya dia memiliki 2
kewarganegaraan yakni Swiss dan AS.
Kalo kita
perhatikan ciri-ciri Eistein ini mirip sekali dengan anak-anak yang cenderung
dominan otak kanannya. Pertama Dia tahu apa yang dia mau dan dia juga tahu apa
yang dia tidak mau. Yang kedua dia hanya mau mengerjakan apa yang dia mau, dan jika
dipaksa dia cenderung akan melawan atau menghindar. Dan yang ketiga dia sangat
fokus untuk bisa mencapai apa yang dia mau hingga akhirnya ia menjadi Ilmuwan
besar dunia di abad 20.
Labels:
Berita
Thanks for reading Biografi Albert Einstein. Please share...!

0 Comment for "Biografi Albert Einstein"